BERITA INDEX BERITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama Dengan Australia Terkait Bawang Putih

Humaniora | DiLihat : 1231 | Jumat, 2 Februari 2018 13:41
Indonesia Jajaki Kerja Sama Dengan Australia Terkait Bawang Putih

Upaya kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan komoditas bawang putih dijajaki Indonesia dan Australia. Hal ini disampaikan Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Catur Hermanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Kerja sama tersebut rencananya dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Sementara itu dari pihak Australia akan dilakukan oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

Catur Hermanto mengatakan bahwa dengan adanya kerja sama penelitian tersebut, diharapkan permasalahan utama dalam komoditas bawang putih dapat tertangani dengan baik. Masalah-masalah itu seperti ketersediaan varietas unggul, perbenihan, dan teknik budi daya.

 

“Ketersediaan bibit bawang putih menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengembangan bawang putih,” katanya. Sudah sejak lama para petani khususnya yang dulu wilayahnya sebagai sentra penghasil bawang putih tidak tertarik menanam. Penyebab utamanya karena harganya selalu anjlok sehingga para petani merugi.

Akhirnya para petani beralih ke tanaman lain yang lebih menjanjikan keuntungan. Imbasnya, benih bawang putih yang biasanya disisihkan untuk benih akhirnya dijual untuk konsumsi atau rusak.

Program Pemerintah

Masih menurut Catur Hermanto, kini pemerintah menggulirkan program peningkatan produksi bawang putih. Ini dilakukan karena hingga akhir 2017 realisasi program penanaman bawang putih yang dibiayai melalui APBNP baru tercatat 1.720 ha. Angka itu baru mencapai 55 persen dari target 3.150 ha.

Padahal untuk mengejar target tersebut, para importir bawang putih yang mendapat kuota impor diwajibkan memproduksi 5 persen dari total impor belum dapat dipenuhi pula. Dari 2.868 ha luas wajib tanam dari para importir, baru terealisasi 865 ha pada akhir 2017. (*)

infonawacita


Scroll to top