BERITA INDEX BERITA
Sinergisitas BUMN Diperlukan untuk Topang Kedaulatan Pangan

Sektor pertanian punya peranan penting dan dinilai menjadi tulang punggung bangsa dalam kondisi global saat ini. Namun, kondisi pertanian di Tanah Air masih jadi catatan karena belum bisa memberikan jaminan kesejahteraan untuk profesi petani.
Terkait hal tersebut Pemuda Tani Indonesia tergerak ingin memberikan kontribusi. Salah satunya dengan membentuk ASEAN Farmers Youth Camp I. Ajang ini rencananya akan diikuti perwakilan pemuda dari negara-negara ASEAN dan pemuda dari beberapa provinsi di Indonesia. Ketua Umum Pemuda Petani Indonesia, Fary Francis, mengatakan generasi muda menjadi harapan untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Bagi dia, kondisi sekarang justru terbalik karena ironis lantaran minimnya pemuda yang tertarik di sektor pertanian.
"Di era sekarang sangat sedikit pemuda yang mau berjuang dalam dunia pertanian. Oleh sebab itu Pemuda Tani Indonesia mengajak seluruh Generasi muda terjun kedalam dunia pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan," kata Fary.
Ia pun mengutip pesan mendiang Presiden Soekarno yang tegas terhadap keterlibatan pemuda. Keterlibatan pemuda harus menjadi solusi mengatasi persoalan krisis pangan.
“Mengutip pesan Bung Karno, soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa! dan saat ini kita menghadapi ancaman krisis pangan global dan keterlibatan pemuda merupakan salah satu solusi mengatasi ancaman," tutur Fary.
Dalam ajang ASEAN Farmers Youth Camp I dibuka dengan seminar internasional yang dihadiri sejumlah tokoh. Selain Fary Francis yang juga Ketua Komisi V DPR, ada Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Agung Jelantik, dan La Via Campensina, Ali Fahmi.
BUMN Lebih Aktif
Demi terwujudnya kedaulatan pangan dibutuhkan sinergisitas dari semua pihak termasuk BUMN. Wakil Ketua Komisi VI Mohamad Hekal meminta peran BUMN harus lebih aktif dalam sektor pertanian.
Menurut Hekal, BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Penting karena agar pertanian Indonesia dapat menguasai pasar pangan Global dan tidak menjadi negara pengimpor pangan.
Namun, disayangkan kondisi saat ahli fungsi hutan saat ini masih cukup masif. Ia mencontohkan, lahan pertanian produktif berubah menjadi perumahan.
"Indonesia harus memiliki BUMN yang fokus terhadap pembelian lahan pertanian," jelas Hekal.
Ia menekankan dengan adanya BUMN maka petani sedang membutuhkan bisa bekerja sama. Misalnya seperti menjual lahannya karena kebutuhan.
"Lahan tersebut di beli oleh negara melalui BUMN dengan begitu lahan pertanian yang produktif tetap terjaga," tuturnya.
viva













