BERITA INDEX BERITA
Balitbangtan Kementan Manfaatkan Bioteknologi Tingkatkan Protein Rumput Gajah

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui kolaborasi para peneliti BB Biogen dan Puslitbangnak memanfaatkan bioteknologi selular untuk mendapatkan varietas unggul rumput gajah baru berprotein tinggi dan toleran kekeringan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun. Menurut Peneliti Bioteknologi BB Biogen, Ali Husni perakitan varietas unggul ini menggunakan kombinasi aplikasi iradiasi terhadap populasi kalus embriogenik hasil kultur in vitro pada rumput gajah untuk menghasilkan keragaman genetik baru.
Sel-sel yang dapat tumbuh dan berkembang dalam media seleksi dapat diregenerasi menjadi tanaman baru pada formulasi media tertentu sehingga diperoleh tunas atau plantlet kandidat rumput gajah toleran kekeringan secara cepat.Kestabilan genetik sifat toleransi kekeringan perlu dilakukan uji rumah kaca dan uji lapang.
Kandungan prolin dari nomor-nomor tersebut juga lebih besar dari tanaman asalnya. Hasil Sekuensing terhadap genom putativ mutan berdasarkan EST-SSR yang potensial menunjukkan terjadinya mutasi baik dalam bentuk indel (insersi/delesi) dan single analisis proksimat, kandungan protein dari putative mutan ada yang meningkat dua kali lipat dari berat kering.
Pada tahun ini akan dilakukan uji adaptasi untuk melihat kestabilan keunggulan dari masing-masing mutan dan perbanyakan bibit mutan potensial secara in vitro.
Rumput ini diharapkan dapat mendukung Upsus Siwab untuk mencapai swasembada daging sapi atau protein. Daerah potensial untuk pengembangan rumput ini nantinya Jawa, Bali dan Lombok, serta daerah lain yang pemeliharaan ternaknya intensif.
Varietas unggulan rumput gajah
Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) merupakan salah satu jenis rumput gajah yang sangat disukai oleh sapi maupun domba karena daunnya lebar, bulu dipermukaan daun halus, dan batang lunak.
Petani ternak juga banyak yang menanam karena mudah dibudidayakan, jumlah anakan banyak, produktivitas tinggi, kandungan gizi tinggi (protein kasar >7 persen), dan nilai kecernaan mencapai 55–70 persen.
Seperti yang dilansir dari Kementan pada Rabu (14/3/2018), dengan ditemukannya rumput gajah yang toleran terhadap kekeringan membuat produktivitas usaha agribisnis ternak sapi dan domba meningkat.
Ketersediaan rumput potong yang berpotensi produksi tinggi, memiliki kandungan protein tinggi serta toleran kekeringan dapat membantu petani ternak mengatasi masalah kualitas pakan dan produksi rumput saat kemarau.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap toleransi kekeringan diperoleh 16 nomor yang potensial toleran kekeringan karena mampu hidup kembali setelah dilakukan cekaman kekeringan selama 3 bulan. (RA/yi)
infonawacita
















