BERITA INDEX BERITA

Produktivitas Getah Menurun, Petani Tebangi Tanaman Karet

Pangan & Energi | DiLihat : 2538 | Selasa, 19 Februari 2019 | 10:55
Produktivitas Getah Menurun, Petani Tebangi Tanaman Karet

LAMPUNG – Produktivitas tanaman karet milik petani di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) mulai menurun. Petani pemilik kebun karet memilih menebang tanamannya, untuk diganti dengan komoditas pertanian lain yang lebih menguntungkan. 

Samsudi, salah satu petani di Desa Sri Pendowo menyebut, memilih menebang pohon karet miliknya untuk diganti tanaman jagung dan pisang. Tanaman karet miliknya berjumlah 1.000 batang, dan saat ini ditebang 500 batang. Penebangan dilakukan, setelah tanaman tersebut sempat disadap selama dua tahun. Tanaman berusia sekira sepuluh 10 tahun tersebut, jenis karet Sumatera Selatan, sehingga kurang cocok dikembangkan di wilayah Ketapang.

Pada tahun pertama, produksi getah karet cukup baik dengan harga perkilogram masih berkisar Rp11.000. Memasuki tahun kedua, tanaman karet miliknya mengalami penurunan produksi, dan harga turun mencapai Rp7.000 perkilogram.  “Bibit karet yang saya tanam merupakan bibit berkualitas, namun karena jenis tanah di wilayah ini kurang cocok berimbas produktivitas getah menurun,” beber Samsudi saat ditemui Cendana News, Senin (18/2/2019).

Penanaman karet, selama ini dengan diselingi tanaman jagung, yang bisa memberinya penghasilan tambahan. Meski harga jagung sejak awal Februari juga terus ,enurun, ia memastikan masih bisa memperoleh hasil dari menanam jagung. Penebangan pohon karet dilakukan bertepatan dengan masa panen jagung. Hal itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan lahan untuk penanaman jagung pada musim tanam berikutnya.

Sebagian tanaman karet yang disisakan dan tidak ditebang, diharapkan masih bisa berproduksi hingga pertengahan tahun ini. Namun jika produktivitas masih belum meningkat, direncanakan semua pohon karet akan ditebang. Penanaman komoditas secara beragam, menjadi cara untuk memperoleh penghasilan. Hasil pertanian, menjadi sumber mata pencaharian utamanya, untuk membiayai kebutuhan keluarga.

cendananews

Scroll to top