BERITA INDEX BERITA
Menteri Pertanian Instruksikan Pejabatnya Turun Lapang Siapkan Tanam

JAKARTA -
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mematangkan rencana peningkatan
produksi padi di masa tanam I oktober-maret. Mentan kali ini meminta seluruh
pejabat tinggi kementan turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempersiapkan
kebutuhan masa tanam.
“Tidak ada waktu hari libur.
Saya minta dari hari jumat kemarin semua turun lapangan. Kumpulkan data calon
petani dan lahan yang siap ditanami. Musim hujan sudah tiba. Tidak ada waktu
lagi menunggu,” tegas Amran di Jakarta, Sabtu (11/11/2023).
Amran menjelaskan kebutuhan data
valid sangat penting untuk menunjang data dukung pengajuan anggaran tambahan
5,8 trillun yang akan diberikan oleh kementerian keuangan. Data ini nantinya
memastikan kesesuaian petani dan lahan terhadap kebutuhan benih, pupuk,
alsintan serta kebutuhan teknis lainnya.
“Saya ingin semua sesuai dan
tentu tetap cepat disiapkan. Anggaran tidak bisa menunggu tahun berganti karena
musim tanam telah tiba. Bila tidak, akan jadi masalah dengan produksi beras
kita. Kita ingin 2025 kita sudah tidak impor beras lagi,” tambahnya.
Menurutnya, 10 propinsi utama
penghasil beras dan jagung perlu didukung dengan maksimal, agar potensi wilayah
tersebut menjadi optimal, misalnya wilayah yang sudah mampu tanam dua kali
setahun perlu didorong mampu tiga kali dengan dukungan teknis yang memadai.
Selain itu, Kementan telah
mempersiapkan program Pengembangan Lahan produktif untuk meningkatkan
produktivitas lahan rawa dan Indeks Pertanaman di wilayah tersebut. Potensi
saat ini sekitar 1,5 juta hektare lahan rawa, mulai dari rawa mineral hingga
rawa tadah hujan, yang siap diolah untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP)
dan produksi Nasional.
"Kita berencana untuk
mempercepat proses ini, Indonesia memiliki potensi luar biasa dengan sekitar
1,5 juta hektare lahan yang dapat kita garap. Fokus utama kita saat ini adalah
meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) dengan lebih mudah,"
kata Amran.
Untuk diketahui, luas Rawa di
Indonesia sebesar 33, 4 juta Ha, terdiri atas rawa pasang surut 20,1 juta Ha
(60%), rawa lebak seluas 13,3 juta Ha (40%). Dari 33,4 juta Ha, baru 3,4% yang
telah dikembangkan oleh pemerintah 1,8 juta Ha, dan oleh masyarakat 2,1 juta
Ha. Sebagian besar daerah rawa berada dalam kawasan budidaya, dan sebagian
lainnya berada di dalam kawasan lindung.
















