BERITA INDEX BERITA
Kampanye Sadar Wisata 5.0 Tingkatkan Ketangguhan Desa Wisata Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

JAKARTA - Rangkaian kegiatan Kampanye Sadar Wisata (KSW) 5.0
hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dengan Bank Dunia memasuki
kegiatan puncak yang ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para
penggerak (local champion) di 65 desa wisata yang sebelumnya telah mendapat
pelatihan dan pendampingan secara penuh.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin
Uno di acara Malam Penghargaan KSW 5.0 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu
(26/11/2023) mengatakan 65 desa wisata tersebut sebelumnya telah mendapatkan
manfaat program KSW 5.0 sepanjang 2022-2023 secara lengkap.
Seluruhnya telah mengikuti tahap sosialisasi, pelatihan,
pembuatan proposal, serta pendampingan. Mulai dari pengembangan dan inovasi
produk, peningkatan kapasitas bidang kewirausahaan, dan lainnya.
“Kampanye sadar wisata 5.0 ini merupakan upaya kami untuk
membawa sebuah perubahan positif demi mewujudkan desa wisata yang berkualitas.
Kami berharap bahwa kampanye Desa Wisata 5.0 ini akan membangun resilience atau
ketangguhan dan ketahanan dari unit terkecil dari desa wisata kita, yaitu bapak
ibu sekalian penggerak desa-desa wisata,” kata Sandiaga.
Melalui para local champion yakni para kader penggerak sadar
wisata, desa-desa wisata juga dijembatani untuk menjalin kolaborasi dengan
berbagai pihak seperti akademisi, kalangan industri, hingga memperluas akses
pemasaran maupun pembiayaan guna memastikan optimalnya dampak positif KSW 5.0.
Sandiaga mengatakan, desa wisata dengan para penggerak di
dalamnya bersama masyarakat telah terbukti menjadi “lilin” yang menerangi
kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.
“Terima kasih kepada seluruh penggerak desa wisata yang
telah memberikan inspirasi bagi kita. Saya berharap perjuangan teman-teman
tidak berhenti hari ini, tapi terus terus membangun desa wisata dan
menghadirkan kontribusi pemikiran, komitmen. Saatnya kita menjawab tantangan
dengan peluang,” ujar Sandiaga.
Selain 65 desa wisata penerima manfaat KSW lengkap sejak
2022, pada 2023 program ini juga telah menyentuh 90 desa wisata lainnya dari 6
DPP yakni Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Mandalika,
Danau Toba, Labuan Bajo, dan Wakatobi.
Sandiaga berharap, meski program ini telah memasuki tahap
akhir, namun dampak positifnya dapat terus berlanjut melalui berbagai bentuk
inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Terlebih Bank Dunia akan kembali memberikan
dukungan tambahan pendanaan untuk kelanjutan program ini di tahun depan.
“Saya sudah langsung instruksikan Bu Diah (Deputi Bidang
Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf) untuk melanjutkan kerja sama ini dan
ditingkatkan lagi dengan semangat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui
kepariwisataan. Fokus di sustainable development goals juga fokus kepada
pemberian kesempatan kepada kesetaraan gender, pelaksanaan pariwisata
berkelanjutan, dan isu-isu lingkungan,” kata Sandiaga.
Selain malam apresiasi, rangkaian acara puncak KSW 5.0
sebelumnya juga diisi dengan beberapa kegiatan lainnya seperti Festival Desa
Wisata, yakni pameran pariwisata yang bertujuan mengajak publik untuk melirik
desa wisata sebagai destinasi liburan jalan-jalan #diIndonesiaaja.
Selain itu juga ada workshop desa wisata yang memberikan
pembekalan inspiratif tentang pengembangan kapasitas SDM pariwisata menuju desa
wisata mandiri, serta memfasilitasi akses desa wisata dengan para stakeholder
terkait.
"Tahun depan program ini akan terus ditingkatkan dengan
penguatan khususnya di bidang sumber daya manusia. Mudah-mudahan ini akan
membuka peluang usaha dan tentunya menciptakan lapangan kerja dan memperkuat
perekonomian kita," kata Sandiaga.
Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang
Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini Mohamad Paham;
serta Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf, Florida
Pardosi; Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya;
Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf,
Dian Permanasari; Direktur Standarisasi Kompetensi, Kemenparekraf/Baparekraf,
Titik Lestari; serta Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti
Ayu Dewi Hendriyani.
Berikut Peraih Penghargaan dalam Kampanye Sadar Wisata 5.0:
Kategori Kepala Desa/Lurah Terbaik
- Kampung Wisata Sosromenduran, DI Yogyakarta
- Kampung Wisata Purbayan, DI Yogyakarta
- Desa Wisata Podokoyo, Pasuruan, Jawa Timur
- Desa Wisata Rembitan, Lombok Tengah, NTB
- Desa Wisata Lumban Suhi-Suhi, Samosir, Sumatra Utara.
Kategori Local Champion Terbaik
- Ahmad Mundofar Ersyidik, Desa Wisata Candirejo, Magelang,
Jawa Tengah
- R.M Rahadyan Chandra Ismaya, Kampung Wisata Kadipaten, DI
Yogyakarta
- Purna Irawan, Desa Wisata Poncokusumo, Malang, Jawa Timur
- Lukman, Desa Wisata Jerowaru, Lombok Timur, NTB
- Risman, Desa Wisata Papagarang, Manggarai Barat, NTT
Kategori Diseminasi Sadar Wisata
- Juara 3, Desa Wisata Rembitan, Lombok Tengah, NTB
- Juara 2, Desa Wisata Bugisan, Klaten, Jawa Tengah
- Juara 1, Desa Wisata Kulati, Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Kategori Inovasi Produk dan Pemasaran
- Juara 3, Kampung Wisata Mendut, Magelang, Jawa Tengah;
- Juara 2, Desa Wisata Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur;
- Juara 1, Kampung Wisata Patehan, Kota Yogyakarta, DI
Yogyakarta;
Kategori Kelembagaan
- Juara 3, Kawasan Perdesaan Berbasis Pariwisata Pulau
Sibandang, Tapanuli Utara, Sumatra Utara;
- Juara 2, Desa Wisata Wringinanom, Malang, Jawa Timur;
- Juara 1, Kampung Wisata Purbayan, Kota Yogyakarta, DI
Yogyakarta.
















